Kamis, 09 Desember 2010

8 Hewan Paling Fenomenal di Dunia

1.Mike, the Headless Chicken: (Hidup 18 bulan tanpa kepala)
Mike ( April 1945– Maret 1947) si ayam tanpa kepala adalah Wyandotte rooster yg dapat hidup selama 18 bulan setelah kepala nya dipotong.Setelah banyak orang yg mengiranya sebagai HOAX belaka, ayam itu dibawa oleh pemiliknya ke University of Utah di Salt Lake City untuk menetapkan keaslian nya.
Pada hari Senin 10 September 1945, petani Lloyd Olsen asal Fruita, Colorado, hendak mempersiapkan makan malam dan diperintahkan oleh isteri nya mencari seekor ayam. Saat itulah Olsen memenggal leher ayam tua berumur 5 setengah bulan bernama Mike. Kampak yg digunakan Olsen luput dr pembuluh darah leher, sehingga kebanyakan dari pembuluh otak tetap utuh. Mike sempat masuk dalam puluhan surat kabar dan majalah, termasuk Time dan Life Magazines. Olsen mendapat kritik dari beberapa pihak karena memelihara ayam tanpa kepala hidup-hidup. Di Maret 1947, pada suatu motel di Phoenix, Mike tiba2 seperti tercekik dan mati di pertengahan malam itu.

2.Oscar, the cat: (Mampu Menebak Kematian Pasien yg Akan Datang)
Oscar adalah seekor anak kucing 3 lantai pusat rehabilitasi di Providence, Rhode Island.Tempat itu merawat penderita Alzheimer,parkinson,dan berbagai penyakit lain di mana sang penderita bisa menemui ajal nya kapan saja dalam waktu yg tidak bs di tentukan.

Setelah sekitar 6 bulan,para staff mulai menyadari ada kejanggalan pada oscar. Oscar masuk ke ruangan yg dia mau lalu mulai mengendus-ngendus dan mengamati pasien dan selanjutnya tidur di dekat pasien tersebut. Yang mengejutkan para perawat di sana adalah pasien yg di hampiri Oscar pasti meninggal dalam kurun waktu 2-4 jam kemudian setelah kedatangan nya.

Salah satu dari kejadian pertama melibatkan seorang pasien yg memiliki semacam gumpalan darah di kaki nya.Oscar datang dan melingkarkan badan nya di kaki pasien tersebut dan tetap di situ sampai pasien tersebut meninggal beberapa jam kemudian. Ada kejadian lain di mana dokter telah menetapkan waktu kematian seorang pasien berdasarkan pada kondisi pasien.

Oscar membuktikan bahwa prediksi dokter tersebut 10 jam terlalu awal. Karena begitu Oscar mengunjungi nya pasien tersebut meninggal 2 jam kemudian dan dokter tersebut cm bisa tercengang.

Ketelitian Oscar's yg telah terbukti pada 25 kejadian akhir nya di percaya oleh pimpinan staff untuk menciptakan suatu protokol tidak biasa dan mungkin sulit dipercaya. Setiap Oscar ditemukan sedang tidur dengan seorang pasien, staff akan menghubungi anggota keluarga sang pasien untuk memberitahu mengenai kematian yang akan segera terjadi.

Kemampuan Oscar untuk memprediksi jam2 terakhir kehidupan manusia ini membingungkan banyak orang dan dideskripsikan oleh Dr.David Doza bahwa Oscar adalah kucing yg tidak mau berteman pada orang hidup. Salah satu contoh nya yg di tulis dalam artikel NEJM. Ketika ada seorang pasien wanita tua yang ditemani oleh Oscar, Dokter menyuruh Oscar untuk keluar dan Oscar mengeluarkan suara mendesis seperti ular derik yg seakan mengatakan 'Tinggalkan Aku Sendiri'.

3.Tillamook Cheddar, the dog: (Binatang Pelukis Paling Sukses di Dunia)
Tillamook Cheddar adalah anjing Terrier yg berasal dari Brooklyn, New York.
Dia dikenal dunia sebagai seniman yg paling unggul dari dunia fauna, dia telah 17 pameran tunggal di Amerika dan Eropa.Saat ini Tillie berusia 8 tahun.

Pada bulan Juli 2005 sang seniman melahirkan 6 anak anjing sehat. Salah satu putranya, Doc Chinook Strongheart Cheddar tampak akan meneruskan jejak langkah ibunya. Tapi sampai saat ini Doc belum melukis, dia hanya di pakai untuk model pemotretan oleh berbagai majalah.

4.Alex, the parrot: (Burung Terpintar Di Dunia)
Alex adalah burung beo berwarna abu-abu yg menjadi subjek eksperimen oleh pengamat psikologi hewan Irene Pepperberg. Pepperberg membeli Alex di suatu petshop ketika alex berumur 1 tahun. Nama Alex sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Avian Learning EXperiment.

Sebelum Pepperberg bekerja dengan Alex, dunia meyakini bahwa burung bukan lah makhluk yg cerdas. Tetapi Alex berhasil menunjukkan pada dunia bahwa burung dapat memahami komunikasi dengan manusia dan memahami pesan dasar nya.Pepperberg menyatakan bahwa tingkat kepintaran Alex setingkat dengan lumba-lumba ataupun kera. Dia juga menyatakan bahwa Alex memiliki kepintaran yg setara dengan manusia berumur 5 tahun walaupun belum bisa mencapai potensi maksimal nya karena dia mati dalam umur yg masih muda. Dia bisa menghitung, membedakan warna, dan menunjukkan ekspresi2 frustasi layak nya orang.

Kematian Alex menjadi kejutan, karena lama hidup rata2 dari burung beo afrika adalah 50 tahun. Dia keliatan sehat sehari sebelum dia mati, dan tiba2 ditemukan sudah tak bernyawa pagi harinya. Berdasarkan pada pernyataan Alex Foundation pada pers, 'Alex dalam kondisi kesehatan yg baik tanpa kelainan fisik apa pun selama 2 minggu terakhir sebelum kematiannya. Kematian menjadi misterius karena setelah dilakukan otopsi tetap tak diketahui penyebab kematian burung tersebut. Lab tersebut lalu menguji 2 burung lain, tetapi kemampuan mereka tak ada yg mendekati Alex bahkan sampai skrg.

5.Oliver, the 'Humanzee': a human-chimp hybrid
Oliver ditemukan oleh Frank and Janet Berger di awal 1970 di umur sekitar 2 tahun. Beberapa pengamat perilaku dan fisik binatang kemudian meyakinkan Berger bahwa Oliver adalah binatang yg lain dr simpanse, mungkin adalah human-chimp hybrid (gabungan antara manusia dan kera)Oliver memiliki muka yg lebih datar drpd teman2 simpanse lain nya. Gigi depan nya di cabut sewaktu dia muda dan tidak pernah tumbuh taring di kumpulan gigi nya.

Oliver tidak pernah berjalan dengan kepalan tangan nya melainkan berdiri dan berjalan layak nya manusia. Yang paling mengejutkan setelah nya adalah bahwa Oliver lebih menyukai manusia perempuan dibaningkan simpanse betina. Selama peliputan special oleh Discovery Chanel, Janet Berger menyatakan bahwa Oliver telah jatuh cinta padanya ketika dia memasuki usia 16 tahun. Oliver memanjat Berger dan mencoba untuk kimpoi dengan nya. Karena tingkah laku nya itulah Oliver di anggap menjadi ancaman untuk Janet, sehingga diputuskan untuk memindahkan Oliver. Sebagian orang mengakui ia tidak memiliki suatu bau khas yang umum seperti simpanse dan hal itulah yg membuat simpanse2 lain menjauhinya.

6.Owen & Mzee : Keunikan Ikatan Persahabatan Dua Spesies
Sehari setelah tragedi tsunami dahsyat Samudera Hindia yang menghantam Asia dan Afrika, puluhan penduduk desa tepi Pantai Malindi di Kenya melakukan tugas penyelamatan bersama aparat setempat. Saat itulah Owen Saubion melihat pemandangan ganjil di kawasan tepi pantai itu. Ia melihat bayi kudanil (masih berusia 1 tahun) itu meringkuk lemas di batu karang. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ia terjebak di antara gelombang laut dan derasnya air dari muara Sabaki River.

Setelah dirawat, kudanil itu pun akhirnya dibawa ke Haller Park dekat Mombasa, sebuah taman suaka margasatwa milik Lafarge Eco Systems’ East African firm, pada 27 Desember 2006. Di suaka margasatwa Haller Park inilah kisah persahabatan unik itu dimulai.Bayi kudanil itu kemudian diberinama Owen, sesuai nama penyelamatnya.

Petugas suaka menempatkannya di sebuah area untuk hewan-hewan kecil. Langkah ini dilakukan karena Owen masih tergolong bayi. Sementara jika di tempatkan di lokasi untuk kawanan kudanil, petugas perawat hewan khawatir ia akan diserangan kawanan kudanil lain yang tak mengenalnya. Karena kudanil sangat agresif dan “fanatik” pada kawanannya, bila ada kudanil asing mereka bisa saja membunuhnya.

Ketika Owen dilepas, ia masih bingung. Mungkin karena harus menempati lingkungan baru. Namun setelah ia merasa sedikit nyaman, Owen langsung menatap dan tertarik pada seekor kura-kura bernama Mzee.

Mzee, adalah spesies kura-kura Aldabran usia 130 tahun seberat 700 pound (320 kg). Mzee yang dalam bahasa Swahili (Afrika) berarti “wise old man” (si tua bijaksana), merupakan penghuni lama area yang dilengkapi dengan kolam asri dan hutan buatan itu.

Awalnya, Owen langsung beranjak mendekati Mzee. Namun Mzee sama sekali tak peduli padanya. Hari demi hari Owen selalu mengikuti Mzee ke mana pun ia pergi. Agaknya Owen berupaya mengambil hati Mzee. Seiring waktu dan kegigihan Owen mendekatinya, Mzee akhirnya menerima kehadiran kudanil muda itu.

Berminggu-minggu kemudian keduanya sudah tampak begitu akrab. Mzee layaknya dianggap sebagai induk oleh Owen, sementara Mzee merasa sebagai orangtua asuh bagi Owen. Bukan hanya dalam kiasan, pada kenyataannya Mzee selalu menjaga Owen dengan kelembutan. Owen juga selalu mematuhi dan senang bermain dengan Mzee.

Ikatan persahabatan mereka mengental bagai sebuah keluarga. Para perawat hewan di Haller Park bingung dengan tingkah dua hewan beda spesies ini. Mereka bagaikan induk dan anak dari satu spesies yang sama.

Apa yang disantap Mzee juga disantap Owen, di mana Owen tidur di situ pasti ada Mazee. Mereka selalu bermain air di kolam bersama, makan bersama, tidur bersama dan berjalan-jalan keliling area taman bersam-sama pula.

Setahun berlalu, namun kedua hewan beda spesies itu semakin lengket. Keduanya sudah tak terpisahkan lagi. Fenomena ini sungguh mengejutkan sejumlah besar ilmuwan. Bukannya saja karena peristiwa seperti ini belum pernah terjadi, tetapi di antara mereka juga sudah mengembangkan “bahasa” mereka sendiri sebagai sistem komunikasi di antara keduanya. Bahasa komunikasi lewat suara yang sama sekali belum pernah ditemukan dalam kelompok kudanil atau pun kura-kura Adabran.

Suara dalam nada tertentu dari Mzee akan direspons oleh Owen secara tepat. Begitu pula sebaliknya, suara dalam nada tertentu dari Owen direspons Mzee pula secara tepat. Selain itu, keduanya juga mengembangkan bahasa tubuh yang hanya mereka berdua pahami, seperti gigitan lembut, sentuhan, dorongan dan belaian yang masing-masing direspons sebagai suatu kode untuk melakukan sesuatu atau ungkapan kasih sayang di antara keduanya.

Keunikan persahabatan Owen dan Mzee pun menjadi fenomena mendunia. Tingkah laku dan komunikasi unik yang sama sekali baru dalam dunia zoologi (ilmu tentang hewan) itu membuat mereka menjadi selebriti dunia. Sejumlah besar foto, film, dokumentasi, bahkan buku dan artikel mengulas soal teka-teki besar persahabatan mereka.

Owen dan Mzee pun menjadi lambang cinta dan persahabatan yang tidak mengenal batasan fisik, ras, spesies dan teritori.

7.Anjing Bunuh Diri Setelah Dipukul Majikan
BEIJING--Satu anjing 'mastiff' Tibet di Hangzhou, ibukota Provinsi Zhejiang, menggigit lidahnya sendiri dan menemui ajal setelah dipukuli oleh majikannya.

Sang pemilik, yang bernama keluarga Pan, memukuli anjing tersebut karena berkelahi dengan anjing lain, dengan tujuan memberi anjing itu pelajaran.

'Saya merasa sangat menyesal,' kata Pan setelah kejadian itu. 'Teman saya yang telah memelihara anjing mastiff Tibet selama 20 tahun memberitahu saya bahwa hewan tersebut adalah rajanya semua anjing dan memiliki rasa kebanggaan diri yang sangat kuat.'

"Jika anda memukuli anjing mastiff di hadapan anjing lain, hewan itu merasa malu dan akan bunuh diri untuk mempertahankan martabatnya," katanya.Kasian banget hewan jg punya harga diri.

8.Tama,Kucing Kepala Stasiun
Seekor kucing bisa mendatangkan pemasukan sampai 1,1 miliar yen atau sekitar Rp 99,18 miliar per tahun bagi sebuah kota kecil di Jepang. Tama adalah seekor kucing tortoiseshell yang lahir dan hidup di stasiun kereta api Kishi yang tanpa kepala stasiun di Kinokawa, Provinsi Kishigawa, Jepang barat.

Karena itu, Tama menjadi kepala stasiun lengkap dengan seragam perusahaan kereta api Wakayama. Kucing ini tampil di stasiun saat kereta api lewat, berjalan seperti layaknya kepala stasiun kereta api. Aksi Tama ini mengundang ribuan turis datang ke sana.

Menurut Katsuhiro Miyamoto, profesor pada Sekolah Akuntansi Universitas Kansai, yang meneliti dampak berganda dari kehadiran Tama sebagai kepala stasiun, menyebutkan ada dana sebesar 1,1 miliar yen pada tahun 2007 yang mengalir ke Kinokawa. Selain mereka yang datang, suvenir buku bergambar Tama dan berbagai barang lain bergambar kucing kepala stasiun ini juga laku.

Tama juga disorot oleh stasiun televisi dan publisitas lainnya. Atas semua perannya ini, Tama hanya mendapat gaji dan bonus berupa makanan kucing yang hanya bernilai 280 juta yen per tahun. Padahal, Tama lahir dari seekor kucing yang tersesat, yang dibawa ke stasiun oleh tukang bersih-bersih dan kemudian dipelihara Toshiko Koyama, yang punya toko di dekat situ. Kondisi menguntungkan ini sudah berlangsung sejak Januari 2007.

Mike Si Ayam, Biar Kepalanya Dipotong Tapi Tetap Hidup!

Mike The Headless ChickenKeajaiban memang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja! Ya, kejadian yang saya angkat menjadi sebuah postingan ini memang terjadi sudah lama di tahun 1940an namun tetap saja hingga saat ini peristiwa tersebut banyak mengundang decak kagum mereka yang membaca kisah ini. Kisah ini terjadi di Fruita, negara bagian Colorado di Amerika Serikat yang menimpa seekor ayam yang malang (atau malah beruntung??) bernama Mike yang walaupun kepalanya sudah dipotong oleh tuannya untuk dimakan namun ternyata ayam tersebut tetap hidup setelah disembelih kepalanya!
Ceritanya pada tanggal 10 September 1945, karena ibu mertuanya ingin makan malam bersama di rumahnya, maka seorang petani bernama Lloyd Olsen ingin menghidangkan ayam sebagai menunya. Ayam malang yang dipilih untuk disembelih adalah ayam berusia lima setengah bulan bernama Mike. Namun entah karena Olsen menyembelihnya kurang rapih atau memang nasib si ayam lagi beruntung, walaupun kepala si ayam putus, namun kapak si petani luput mengenai pembuluh darah balik (jugular vein) leher si ayam dan juga batang otak (brain stem) si ayam. Olsen, si petani, sangat terkejut mendapatkan badan si ayam yang sudah disembelih kepalanya tersebut bukannya lemas malah bisa berdiri walaupun sempoyongan!!
Setelah memastikan bahwa si ayam Mike tetap hidup, Olsen yang belum hilang rasa terkejutnya itu, akhirnya tetap memutuskan untuk membiarkan ayam itu hidup dan memeliharanya. Ajaibnya, walaupun telah kehilangan kepalanya, Mike tetap terlihat relatif sehat dan tidak sakit. Hanya saja pada saat awal2 ia kehilangan kepalanya, ia kelihatan sempoyongan, tapi itu bukan karena si ayam sakit tapi karena si ayam harus membiasakan diri menyesuaikan keseimbangannya setelah kehilangan kepalanya. Itu sangat wajar, karena setelah kehilangan kepalanya, titik keseimbangan dalam tubuh Mike tentu saja berubah. Namun setelah ia telah dapat menyesuaikan diri dengan titik keseimbangan tubuhnya yang baru, Mike si ayam dapat berdiri tegak dan berjalan gagah sebagaimana ayam2 normal lainnya. Mike juga terlihat secara refleks berusaha melakukan apa yang dilakukan oleh ayam2 lainnya, walaupun ia tidak bisa melakukannya seperti mematok2 sisa makanan yang ada di tanah, membersihkan bulu dengan paruhnya serta tentu saja berkokok walaupun suara kokokannya lemah dan parau dan tidak seperti suara kokokan ayam normal. Dengan ketidakadaan kepala tentu si Mike menjadi sulit untuk makan, Olsen si pemilik ayam tersebut harus membantunya dengan memberikan makanan susu campur air dengan menggunakan pipet tetes mata.  Walau makannya harus dibantu dengan menggunakan pipet, namun tidak membuat si ayam menjadi kekurangan makan, justru sejak ia kehilangan kepalanya hingga ajal si ayam, berat si ayam justru bertambah sekitar 2 kilogram. Namun si Mike ini, sejak kehilangan kepalanya, sering tersedak oleh lendirnya sendiri sehingga ia tak bisa bernafas. Untuk itu Olsen sering membantunya dengan menghisap lendirnya dengan menggunakan suntikan.
 Tapi sejak kehilangan kepalanya, Mike si ayam justru membawa berkah sendiri bagi tuannya. Sejak saat itu Olsen menjadi terkenal. Ia melakukan berbagai pertunjukan atau memamerkan ayamnya yang tidak berkepala itu. Setiap orang yang melihatnya membayar 25 sen Amerika. Si ayam berhasil menghasilkan sekitar US$4.500 (setara dengan US$50.000 menurut ukuran dollar tahun 2005) per bulan untuk tuannya. Namun ada juga orang2 yang sinis dan mengkritik Olsen karena membiarkan ayamnya hidup dan menderita karena ketidakadaan kepalanya tersebut.
Analisa para ahli pada saat pemeriksaan post mortem mengatakan ayam itu tetap hidup walau tanpa kepala karena si kapak petani tidak mengenai carotid artery (arteri yang mensuplai darah yang kaya oksigen ke kepala dan leher) dan juga pembekuan darah yang ekstra cepat dari si Mike ini yang berarti cepat menghentikan pendarahan turut pula melindungi nyawanya. Namun begitu akhir hidup si Mike ini cukup tragis, di tengah malam hari di bulan Maret 1947, di sebuah motel di Phoenix, Arizona, si Mike seperti biasa tersedak dan tidak bisa bernafas. Celakanya suntikan sebagai alat pembersih saluran pernafasan si Mike tertinggal di tempat pertunjukan sebelumnya dan baru sadar bahwa alat tersebut tertinggal pada saat Mike tersedak. Karena cukup lama ia tidak mendapatkan oksigen, si Mike yang mengalami keajaiban karena kehilangan kepalanya tapi tetap hidup, akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kali ini tidak ada keajaiban lagi bagi si Mike……………….

10 Fakta tentang Paul si Gurita Peramal

http://www.kompas.com/data/photo/2010/07/08/0635121p.jpg
Paul dikenal karena ramalan-ramalan pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang jitu. Namun, tak banyak orang tahu siapa Paul sesungguhnya. Berikut adalah sepuluh fakta tentang gurita berusia dua tahun tersebut seperti dilansir oleh Telegraph.

1. Gurita jantan kelahiran Inggris

Sekalipun sekarang hidup di Akuarium Sea Life Centre, Oberhausen, Jerman, Paul lahir di Weymouth, Inggris, dan dipindahkan dari Weymouth Sea Life Park (ke Jerman).

Seorang staf di Weymouth Sea Life Park, Fiona Smith, yang pernah mengurus Paul mengatakan, "Ia tak pernah membuat prediksi apa pun ketika masih di sini. Namun, mungkin ia menunggu turnamen besar seperti Piala Dunia untuk menampilkan kemampuannya itu."

2. Diburu manusia
Seorang juru masak Argentina, Nicolas Bedorrou, begitu marah ketika Paul secara tepat memperkirakan bahwa kesebelasan negaranya akan dikalahkan Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ia bahkan mengancam akan memburu Paul untuk dimasak.

"Kami akan memburunya dan menempatkannya di atas kertas. Kami kemudian akan memukulinya untuk membuat dagingnya lunak dan kemudian memasukkannya dalam air mendidih," kata Bedorrou.

3. Berita besar
Prediksi Paul telah mengundang perhatian banyak orang karena sebuah stasiun televisi Jerman, NTV, mulai rajin menyiarkan secara langsung prediksi pertandingan Paul, dengan dua reporter berdiri di sebelah akuariumnya sehingga mereka bisa membuat pemirsa mengetahui bagaimana Paul melakukan prediksinya.

4. Selebriti terbesar di Oberhausen
Paul merupakan hal paling populer di Oberhausen, sebuah kota, yang menurut Wikipedia, seluas 77 kilometer persegi dan berpenduduk 214.000 jiwa. Selama ini, kota itu hanya dikenal karena memiliki pusat perbelanjaan terbesar di Jerman, Centro.

5. Akurasi ramalan yang nyaris sempurna
Paul mulai meramal hasil pertandingan sejak Piala Eropa 2008 Swiss-Austria dan ia meramal enam pertandingan Jerman, dengan empat di antaranya benar. Ia menyebut Jerman akan memenangi semua pertandingan. Faktanya, Jerman kalah dari Kroasia.

Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, sejauh ini, semua ramalan Paul tentang Jerman benar, termasuk soal mereka akan kalah dari Spanyol pada babak semifinal.

6. Bisa membuat Anda kaya
Dengan ramalan seperti itu, Anda bisa mengandalkan ramalan-ramalannya sebelum bertaruh.

7. Hewan cerdas
Gurita adalah hewan cerdas dan terbukti memiliki ingatan kuat. "Gurita biasa seperti Paul sangat cerdas. Kami menyamakan kecerdasan mereka dengan anjing dan mereka menyukai masalah dan suka menyelesaikannya," kata Fiona Smith.

8. Selebriti di Facebook dan Twitter
Paul menjadi salah satu topik pembicaraan paling marak di situs jejaring sosial. Frase "Paul the Octopus" dan "Pulpo" (bahasa Spanyol untuk Gurita) masuk sepuluh besar Twitter dunia.

9. Tanpa rekayasa
Paul memprediksi hasil pertandingan dengan membuka tutup salah satu dari dua wadah makanan di akuariumnya. Staff Oberhausen Sea Life Centre, Tanja Munzig, membantah dugaan bahwa ada sesuatu yang diletakkan di salah satu wadah. "Tak ada tipuan. Makanan sama dan segalanya di kedua wadah itu sama, kecuali benderanya," kata Munzig.

10. Tak takut ancaman pembunuhan
Menurut pengawasnya, Oliver Walencak, Paul tak takut diancam suporter Argentina yang menyalahkannya atas tersingkirnya Lionel Messi dkk dari Piala Dunia 2010 karena kalah 0-4 dari Jerman.

Oscar si Kucing Yang Bisa Memprediksi Kematian

Adapted from Making The Rounds With Oscar by David Dosa

Ketika seorang dokter rumah jompo mendengar bahwa ada seekor kucing yang bisa merasakan ketika pasien akan mati, ia skeptis. Tapi rangkaian acara seram meyakinkannya kucing ini mungkin benar-benar memiliki kekuatan khusus.


David dosa adalah seorang dokter di Rumah Perawatan Steere House, di mana pasien memiliki penyakit Parkinson dan Alzheimer, atau sakit parah.
Salah satu hewan peliharaan rumah yang itu, kucing bernama Oscar, adalah khusus. Dr dosa berpendapat kucing dapat memprediksi kematian pasien, mencari mereka dan dengan mereka yang tersisa di jam-jam terakhir mereka. Di sini, ia menjelaskan bagaimana segala sesuatu ditantang Oscar dia belajar di sekolah kedokteran.

Banyak pasien saya sudah lupa hampir semua yang pernah mereka pelajari selama hidup mereka. Mereka jarang mengingat nama-nama anak-anak mereka atau tahun mereka menikah.
Namun mereka tampaknya seperti memiliki hewan peliharaan di sekitar. Cinta mereka pada binatang, seperti cinta mereka pada bayi dan musik, adalah salah satu hal yang terakhir untuk pergi. Mungkin hewan menyediakan koneksi ke orang yang mereka dulu - mereka seperti jembatan kembali ke dunia.

indra Keenam: Oscar, yang tinggal di sebuah panti jompo, bisa merasakan ketika seorang pasien akan mati dan menunggui mereka di jam-jam terakhir mereka.

Oscar diadopsi dari tempat penampungan hewan ketika ia masih anak kucing, untuk bergabung dengan kebun binatang dari hewan peliharaan yang telah kami tinggal di Steere House.
Ketika saya bertemu dengannya untuk pertama kalinya, dia tidak ramah dengan saya dan ia tidak akrab dengan salah satu pasien baik. Dia adalah jenis kucing yang akan bersembunyi di bawah tempat tidur atau menatap ke luar jendela sepanjang hari.
Tapi kemudian, sekitar enam bulan setelah kedatangannya, perilaku jauh Oscar berubah. Dia mulai membuat panggilan sesama penghuni rumah.
Aku ingin mengatakan bahwa saya adalah orang pertama yang menyadari kemampuan khas Oscar, tapi aku tidak. Pagi itu musim panas tahun 2006, ketika Maria Miranda, perawat hari-shift, memanggil saya. "David," katanya, "Aku ingin menunjukkan sesuatu di kamar 310."
Saat kami berjalan di lorong, Mary bercerita sedikit tentang Lilia Davis, yang tinggal di kamar 310. Dia sekitar 80 dan menderita kanker usus besar yang telah menyebar di mana-mana. Mengingat demensia parah nya, keluarganya telah memutuskan untuk tidak mengobatinya.


Saat kami berjalan di dalam ruangan, kami menemukan Mrs Davis berbaring telentang, matanya terpejam, napasnya dangkal. Maria menunjuk ke dasar tempat tidur. "Coba lihat," katanya.
Saat aku mendekat, kepala kucing kucing hitam-putih perlahan bangkit dari bawah selimut. Bergerak menyebabkan bel di kerah untuk jingle sedikit. Telinga kucing ceria dan dia menatapku dengan mata bertanya. Lalu, dengan ekspresi pengunduran diri, ia meletakkan kepalanya kembali cakar depannya dan mendengkur pelan sementara dia dekapan kaki kanan Mrs Davis.
"Kau membawa aku di sini untuk melihat kucing?" Kataku.
"Aku tahu ini aneh, David," kata Maria, "tapi masalahnya, Oscar pernah menghabiskan waktu dengan pasien. Dia biasanya berbunyi dan kulit, terutama di kantor saya. Akhir-akhir ini, meskipun, beberapa dari kami telah memperhatikan bahwa dia menghabiskan lebih banyak waktu dengan penduduk tertentu - pasien yang hampir mati. "
Sekarang aku sudah mendengar semuanya. Maria melanjutkan, "Kau tahu, Oscar berjalan ke kanan ruangan lain pasien sebelum dia meninggal kemarin."
"Jangan salah," kata saya Maria. "Saya suka konsep binatang duduk bersama saat aku mati. Mungkin dia suka pasien yang sekarat karena mereka tidak memberinya masalah. "
Aku meninggalkan rumah sakit dan melaju melintasi kota ke klinik rawat jalan berdering. Saya Dalam perjalanan ada telepon. Itu Maria. 'Mrs Davis meninggal beberapa menit setelah Anda pergi, "katanya.
Sudah kurang dari satu jam sejak aku berdiri di kamarnya, menonton bernapas.
Tidak lagi ragu-ragu: Dr David dosa, yang telah menulis sebuah buku tentang Oscar
Tidak lagi ragu-ragu: Dr David dosa, yang telah menulis sebuah buku tentang Oscar
Aku mencoba untuk memberitahu Maria untuk tidak membuat terlalu banyak bahwa bisnis kucing - Mrs Davis yang akan mati sebentar lagi.
"Tapi itu terjadi setiap kali seseorang meninggal," kata Maria. "Bahkan beberapa keluarga warga 'berbicara tentang hal itu." Dia diam sejenak. "David, aku benar-benar berpikir kucing itu tahu."
Aku menaruh Oscar keluar dari pikiran saya untuk beberapa bulan ke depan, sampai aku menerima telepon panggilan satu hari dari Maria.
"Saya ingin memberitahu Anda bahwa Ellen Sanders telah meninggal dunia. Oscar ada di sisi tempat tidur, sama seperti semua orang lain. Dia sudah sekitar lima atau enam kunjungan sejak Nyonya Davis meninggal. "
Sementara kematian Ellen Sanders 'itu tidak mengherankan, waktu itu agak tak terduga. Dia telah memberikan ada indikasi bahwa dia sakit parah. Selain demensia, dia adalah seorang anak poster untuk kesehatan yang baik. Tetapi sementara tak satu pun dari staf medis, termasuk saya sendiri, pikir dia bahkan sakit, apalagi dekat dengan kematian, bahwa kucing merasakan sesuatu yang lain.
Aku bertanya Maria, "Kapan pertama kali Anda mulai bertanya apa Oscar lakukan?"
Maria menjawab, "Beberapa pembantu mulai berbicara tentang kucing selalu ada ketika pasien meninggal.
Seperti yang saya ingat itu, saya menduga pasien pertama Oscar adalah Marion McCullough. Anaknya, Jack, digunakan untuk membawa Oscar ke ruang dengan dia karena ibunya mencintai kucing.
Oscar tidak akan tinggal lama, tapi dia sakit, ia akan tinggal lebih lama. Pada hari Marion meninggal, Oscar melompat ke tempat tidurnya dan duduk di sampingnya.
"Tetapi hal yang akhirnya membuat saya percaya adalah kematian yang terjadi beberapa bulan kemudian. Pada saat itu, sejumlah orang mulai bicara tentang Oscar.
Ralph Reynolds sedang sekarat, dan kami mencoba untuk melakukan segala sesuatu yang kami bisa untuk membuatnya senyaman mungkin. Kami percaya bahwa ia dekat dengan kematian dan salah satu ajudan Oscar menaruh di tempat tidur dan mengumumkan kepada kami bahwa jika pasien sedang sekarat, Oscar harus hadir.
Oscar melihat semua dari kita seolah-olah kita sedang marah dan berlari keluar dari ruangan.
'Ralph tergantung pada selama 36 jam. Tapi, tentu saja, hanya empat jam sebelum akhirnya dia meninggal, kami menemukan Oscar, mondar-mandir di luar pintu yang tertutup itu.
Ketika kami membuka pintu, ia berlari langsung tempat tidur dan melompat di samping Ralph. Dia meringkuk di sana dan menolak untuk mengalah. Beberapa jam kemudian, Ralph pergi. Oscar tidak beranjak dari sisinya sampai direktur pemakaman datang. "
Aku berpikir sejenak, "Bila Anda mempertimbangkan dari sudut pandang ilmiah, mudah untuk mengelak saran bahwa kucing dapat memprediksi kematian. Mungkin ia hanya suka bergaul dengan orang-orang mati karena mereka tidak bergerak jauh. Kebanyakan kucing tidur dua-pertiga hari, jadi kemungkinan kucing akan ditemukan di tempat tidur yang hangat di suatu tempat. "
Namun, sebenarnya, aku merasa aku harus lebih dekat ke jantung misteri ini. Saya memutuskan untuk berbicara dengan keluarga pasien yang meninggal pada yang menonton Oscar.
Nyonya Sanders adalah seorang anak poster untuk kesehatan yang baik - tidak ada staf medis pikir dia bahkan sakit, apalagi dekat dengan kematian. Tapi kucing itu merasakan sesuatu yang lain
ibu Jack McCullough's, Marion, telah meninggal pada bulan November 2005. "Ketika Oscar hanya anak kucing," kenang Jack, 'Aku digunakan untuk membawa dia ke kamar ibuku dan menaruh Dia di tempat tidur. Dia akan tinggal bersamanya selama satu atau dua menit kemudian ia akan pergi.
"Selama pekan lalu, ketika ibu saya jatuh pingsan, Oscar akan masuk ke ruangan, melihat-lihat atau melompat ke tempat tidur sebentar dan kemudian pergi. Namun, pada malam ibu saya meninggal, saya pergi ke kamarnya dan melihat Oscar berbaring di tempat tidurnya. Dua jam kemudian, ibuku mengambil napas terakhirnya.
"Oscar tidak pernah bergerak sampai dia meninggal. Lalu, ia bangun dengan santai, seolah-olah tidak ada yang terjadi, dan meninggalkan ruangan. "
Lawrence Scheer juga disertai oleh Oscar ketika ia meninggal setelah pertempuran berkepanjangan dengan penyakit Alzheimer.
oscar kucing
"Kami berpikir bahwa Oscar telah melewatkan perahu dengan ayah saya," kata putranya, Robin, "karena kita tidak melihatnya.
'Untuk melewatkan waktu, ibu saya dan saya pergi mencarinya dan menemukannya dalam unit lain duduk dengan pasien. Dia tampak sangat cemas. Beberapa saat kemudian, Oscar tiba-tiba berlari ke kamar ayahku.
"Itu hanya kemudian kami mengetahui bahwa pasien di unit lainnya sedang sekarat. Oscar tinggal dengan pasien yang sampai ia pergi, lalu ia berlari di atas dan datang ke ayah saya.Beberapa jam kemudian, ayah saya meninggal. "

Jadi bagaimana Oscar mengetahuinya?
Ada penjelasan biologis yang masuk akal untuk aroma manis yang disebut 'kematian'. Seperti sel-sel mati, karbohidrat yang terdegradasi menjadi senyawa-senyawa oksigen yang berbeda, termasuk berbagai jenis keton - campuran kimia yang dikenal untuk aroma wangi mereka.
Mungkinkah, mungkin, bahwa Oscar hanya bau tingkat yang lebih tinggi dari senyawa kimia yang dirilis sebelum kematian seseorang? Memang jelas bahwa binatang memiliki indra penciuman yang halus melampaui bahwa manusia.
Ia telah mengemukakan bahwa anjing dapat dilatih untuk mengidentifikasi jumlah mikroskopis biokimia tertentu diekskresikan oleh sel-sel kanker pada paru-paru dan napas pasien kanker payudara. Apakah aneh untuk menunjukkan bahwa Oscar telah belajar bagaimana untuk menjemput pada bau tertentu dipancarkan pada jam-jam terakhir hidup pasien?
kemampuan aneh Oscar tampak nyata seperti yang misterius, dan ia terus memegang vigils atas pasien berangkat.
Sains telah membawa kami jauh dalam profesi kita, tapi kita masih saja mengais di permukaan. Sisanya masih merupakan misteri. Mungkin beberapa orang hanya tahu kapan waktu mereka telah tiba. Beberapa kucing juga.