Penemuan scanner sangat terkait erat dengan perkembangan teknologi photography,fotokopi dan optical machine. Penemu scanner adalah Robert S. Ledley lahir di Newyork pada tahun 1926. Hingga akhirnya pada tahun 1943 lahirlah CT Scanner yang mampu memindai seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mesin temuannya itu di namakan Automatic Computerized transverse Axial (ACTA).
Scanner digunakan untuk memindai dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain dengan cara melewatkan pendeteksi image pada kertas tersebut. Scanner dapat mengkonversikannya ke dalam bentuk digital. Digunakan berbagai metode pemantulan melaluifilter R, G, B yang mendigit menjadi serangkaian pixel. Scanner umumnya memakai rangkaian satu dimensi (linier) yang digerakkan (discan) melalui suatu obyek.
Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu :
1. Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna dan menyimpan semua warna pada saat itu saja.
2. Scanner yang langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna. Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.
Scaner yang disebutkan pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi menjadi kurang bagus jika digunakan untuk mereproduksi warna. Kebanyakkan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna).
* Terdapat berbagai bentuk dan ukuran scanner, ada yang seukuran kertas folio, seukuran postcard, bahkan ada yang berbentuk pulpen. Light pen adalah alat yang bentuknya mirip pulpen, digunakan untuk memasukkan data dalam bentuk grafik ke dalam komputer. Data dimasukkan dengan cara melukiskan pena pada suatu media.
Data yang telah dipindai akan dapat digunakan secara langsung ke aplikasi computer akan mengenali teks ASCII. Saat ini terdapat berbagai merk scanner seperti Hewlett Packard (HP), Canon, Umax, Epson, dan lain-lain. Perbedaan dari berbagai merk tersebut terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya.

Pada scanner datar, objek diletakkan di atas panel kaca saat rangkaian linier melewati objek. Pada Scanner Sheet Feed, pemindainya diam, tapi objeknya yang bergerak melewati rangkaian linier. Scanner tangan memakai alat rangkaian pemindai yang bisa dipegang dan didekatkan serta digerakkan sepanjang objek yang ingin discan.
Namun, semua itu hanya terbatas untuk scanner dua dimensi. Masih ada scanner jenis lain yang memiliki kemampuan melakukan pemindaian tiga dimensi. Scanner 3D adalah sebuah perangkat yang mampu menganalisis sebuah objek (3D), dan mengumpulkan data yang dimungkinkan untuk disusun menjadi sebuah model tiga dimensi. Perbedaan utama dengan scanner biasa pada kemampuannya menghasilkan image 3D. Ini dimungkinkan dengan membentuk point cloud geometris, sebuah kumpulan titik dalam koordinat tiga dimensi, dari permukaan objek.
Keuntungan utama metode ini adalah kecepatan scanning. Metode ini memungkinkan proses scanning untuk sebuah area secara langsung. Ini juga mengurangi masalah distorsi yang disebabkan pergerakan projector dan sensor atau kamera. MLT juga memungkinkan proses scanning 3D yang bisa dikatakan real-time. Metode satu ini terus dikembangkan. Salah satunya untuk proses scanning facial recognition expression untuk kebutuhan security. Bahkan memungkinkan untuk melakukan scanning 3D hingga 40 frames per second.
Kerugiannya adalah pada diperlukannya kontak langsung antara probe CMM dengan objek yang di-scan. Pada proses ini, dapat mengakibatkan objek mengalami sedikit perubahan bentuk atau bahkan merusaknya. Inilah yang menyebabkannya tidak ideal untuk digunakan pada objek yang mudah rusak dan sangat berharga, seperti sebuah peninggalan sejarah atau karya seni.
Kekurangan lainnya adalah proses scanning yang relatif lambat. CMM paling cepat hanya dapat bergerak dalam kisaran ratusan Hz. Bandingkan dengan laser scanner 3D yang dapat bergerak melakukan proses scanning mulai dari 10 hingga 10 kHz.
JENIS – JENIS SCANNER
Berdasarkan Manfaat Dan Cara Penggunaannya :
1. Flat bed

Jenis ini banyak ditemui karena harga yang relative murah dan cocok untuk pemakaian pribadi. Scanner ini berbentuk persegi panjang, memiliki papan penutup, dan lapisan kaca tempat meletakkan gambar. Cara pengoperasiannya diletakkan secara mendatar.
Komponen Dalam Scanner Flatbed :
1. Alas kaca
Alas kaca digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
2. Sumber Cahaya
Sumber cahaya berupa lampu dengan intensitas cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
3. Sensor sinal pantulan
Jenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah sensor CCD(charge-coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa scanner.
4. Motor Stepper dan pita bergerigi
Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
5. Penutup
Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.
Selain komponen-komponen tersebut tentu masih ada banyak komponen lain, tetapi fungsi dan bentuknya dapat berbeda antara jenis scanner satu dan lainnnya.
2. Handheld

Jenis ini membutuhkan keterampilan yang lebih dari penggunanya. Pengguna dengan tangannya akan menggerakan scanner ini di atas gambar yang akan dibacanya. Karena proses pembacaan data oleh scanner sangat sensitif, maka gambar yang dihasilkan kualitasnya kurang baik, akibat kecepatan gerakan yang tidak rata. Umumnya scanner jenis ini bersifat monochrome, atau tepatnya hanya dapat menghasilkan warna hitam putih saja.
3. Automatic Document Feeder

Jenis ini memiliki kelebihan kemudahan dalam penggunaan. Kita dapat meletakkan gambar-gambar yang akan dibaca, selanjutnya alat ini secara otomatis akan mengambil sendiri gambar-gambar tersebut dan membacanya, untuk selanjutnya disimpan sebagai file digital. Harganya sudah tentu lebih mahal dibanding jenis flat bed. Jenis ini memang cocok untuk perkantoran yang memiliki banyak gambar yang akan di-scan.
4. Drum


Jenis ini adalah jenis-jenis yang awal dikembangkan . Jenis ini menggunakan photomultiplier tubes (PMT) untuk membaca data gambar. Jenis ini menghasilkan kualitas yang lebih baik di banding jenis lainnya. Namun karena harganya relatif mahal, maka jenis ini sudah tidak banyak digunakan. Banyak orang beralih menggunakan jenis flatbed berkualitas tinggi. Tetapi jenis ini masih tetap digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan kualitas yang baik, seperti museum atau seniman yang akan menyimpan hasil kerja seninya.
Berdasarkan Objek Yang Dipindai :
1. Image Scanner
Scanner yang digunakan untuk memindahkan gambar atau image.
2. Optical Character Reader (Ocr)
Scanner yang digunakan untuk mengambil teks dari kertas yang dipindahi.
3. Barcode Scanner
Scanner yang mampu membaca balok – balok barcode dalam bentuk alfabet.
4. Heuristik Scanner
Scanner yang dapat membaca kode – kode berdasarkan aturan tertentu.
Dalam menggunakan scanner yang perlu diperhatikan adalah :
1. Jenis Pewarnaan
Jika sedang men-scan lembar tulisan, ada baiknya mengatur warna hitam putih saja, tetapi jika ingin men-scan sebuah foto berwarna atau sebuah lukisan, maka gunakanlah jenis pewarnaan true color yang membutuhkan resolusi tinggi.
2. Resolusi
Resolusi menentukan seberapa detil sebuah gambar dapat diambil. Jika gambar tersusun atas titik-titik, maka resolusi gambar menentukan seberapa banyak titik penyusun gambar per wilayah. Dalam konsep gambar dijital, wilayah gambar tersusun atas satuan yag disebut pixel(picture element). Titik-titik tersebut adalah data yang dibaca oleh CCD. Semakin banyak CCD yang digunakan berarti resolusi yang dihasilkan dapat semakin tinggi. Namun perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis resolusi, pertama adalah resolusi optis, yaitu resolusi yang dihasilkan CCD. Kedua adalah resolusi interpolasi, yaitu resolusi yang dihasilkan dari interpolasi perangkat lunak. Semakin besar resolusi sebuah gambar, maka pada saat dicetak gambarnya akan semakin besar.
BAGIAN SCANNER
Bagian-bagian dari Scanner secara lengkap :

* Charge-couple device (CCD) array
* Mirrors
* Scan head
* Glass plate
* Lamp
* Lens
* Cover
* Filters
* Stepper motor
* Stabilizer bar
* Belt
* Power supply
* Interface port(s)
Control circuitry
CARA KERJA SCANNER :
Ketika menekan tombol mouse untuk memulai Scanning, yang terjadi adalah :
1. Penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning.
2. Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning.
3. Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai dilakukan.
4. Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor.
5. Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.
DIAGRAM ALUR BAGAIMANA SCANNER BEKERJA :

FITUR-FITUR TAMBAHAN DAN FITUR KOMBINASI :
1. OCR(Optical character Recognirion)
Dalam bidang perangat lunak penganalisa bahasa, scanner adalah tahapan awalnya. Data teks yang dapat diambil oleh scanner dapat dianalisa untuk disimpan sebagai sebuah file teks. Selanjutnya data teks tersebut dapat diubah sesuai dengan penggunaanya. Jika mengutip sebuah tulisan dari buku, dan mengatur tampilannya dengan baik, maka dapat memanfaatkan fasilitas ini.
2. Mesin fotocopy
Sebuah komputer yang dilengkapi dengan scanner dan printer dapat berfungsi sebagai mesin fotokopi. Bahkan beberapa scanner telah dilengkapi dengan tombol khusus fotocopi, sehingga dengan mudah memanfaatkannnya untuk kebutuhan yang lebih banyak.

3. Mesin pengirim Faksimili
Sebuah komputer yang dilengkapi dengan scanner, saluran telepon dan perangkat lunak faksimili, dapat benar-benar berfungsi sebagai mesin pengirim faksimili. Jika dilengkapi dengan printer, maka dapat difungsikan sebagai mesin penerima faksimili. Beberapa scanner bahkan telah menyediakan tombol khusus sehingga tidak perlu memanggil program pengirim faksimili dan menggunakan sejumlah tombol keyboard untuk mengaktifkan fasilitas ini.
Istilah-istilah :
Flatbed Scanner
Pemindai Datar. Suatu pemindai dimana pemindaian sumber tetap diam selama sensor.
Barcode scanner
Alat yang mampu membaca balok-balok bar code ke dalam bentuk alfanumerik.
Heuristic
Pintar. heuristic scanner = scanner yang pintar. heuristic rules=aturan yang pintar. Metoda pemecah.
Optical Character Recognation (OCR)
Metoda pembacaan data oleh scanner optik dan menterjemahkan data tersebut ke dalam bentuk data biner.
Dots per Inch
Merupakan ketentuan pengukuran resolusi bagi suatu printer atau scanner. Jika lebih tinggi nilai dpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar